Investigasi Insiden (RCA)
BNSP
Sertifikasi kompetensi investigasi insiden dan analisis akar masalah (Root Cause Analysis) dengan metode 5-Why, Fishbone Diagram, dan SCAT Chart. Pelaksanaan pembekalan materi via Online Zoom dan asesmen uji kompetensi tatap muka di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tangerang.
Tentang Program
Investigasi kecelakaan kerja bertujuan menemukan akar penyebab dasar (root cause) dari kegagalan sistem dan tindakan tidak aman, bukan untuk mencari kesalahan individu (no blame culture), guna mencegah insiden serupa terulang kembali.
Tujuan & Manfaat
Tujuan Pelatihan
- โธMampu mengamankan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan kerja
- โธMampu mengumpulkan bukti fisik, dokumen SOP, dan melakukan wawancara saksi (metode PEEPO)
- โธMampu menganalisis akar masalah menggunakan metode 5-Why, Ishikawa Fishbone, dan SCAT
- โธMampu menyusun laporan resmi kronologi insiden dan rekomendasi tindakan pencegahan
Manfaat Bagi Asesi & Perusahaan
- โธSertifikat BNSP Garuda Emas Petugas Investigasi Kecelakaan Kerja
- โธKemampuan mereduksi kerugian aset dan waktu kerja hilang (Lost Time Injury / LTI)
Persyaratan Peserta
Kualifikasi Pendidikan & Pengalaman:
Pendidikan minimal D3/S1 semua jurusan atau SMA dengan pengalaman HSE minimal 1 tahun.
Dokumen Berkas Pendaftaran Wajib:
Kurikulum & Unit SKKNI
Daftar Unit Kompetensi SKKNI Investigasi Insiden (RCA)
STANDAR BNSPUnit 1: Tanggap Darurat Awal & Pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP)
Mencakup: Pemberian pertolongan korban, pemasangan barikade, dan preservasi bukti fisik
Unit 2: Pengumpulan Bukti & Teknik Wawancara Saksi (PEEPO)
Mencakup: People, Equipment, Environment, Procedure, Organization data gathering
Unit 3: Analisis Akar Masalah (Root Cause Analysis / RCA)
Mencakup: Penyebab langsung (Unsafe Act / Unsafe Condition) vs Penyebab dasar (System Failure)
Unit 4: Penyusunan Laporan Investigasi & SMART Recommendation
Mencakup: Penyusunan rekomendasi perbaikan Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound
Rundown Pelatihan & Asesmen
08.00โ12.00 Regulasi Pelaporan Kecelakaan Permenaker 03/1998 & Teknik Olah TKP 13.00โ17.00 Praktik Wawancara Saksi, Fishbone Diagram, 5-Why Analysis & SCAT Chart
08.00โ17.00 Ujian Tertulis, Studi Kasus Insiden Industri & Wawancara Asesor BNSP
Jadwal & Biaya Investasi 2026
Rp 4.250.000
Termasuk: Uji Asesmen BNSP, Sertifikat Fisik Garuda Emas, Modul, Lunch & Coffee Break di TUK.
Kalender Batch Terbuka di TUK Tangerang & Online:
04 - 07 Oktober 2026
๐ TUK Tangerang & Online Zoom
17 - 20 Oktober 2026
๐ TUK Tangerang & Online Zoom
06 - 09 November 2026
๐ TUK Tangerang & Online Zoom
Mengapa Pilih Kami
Resmi & Terlisensi BNSP RI
LSP APKONT adalah Lembaga Sertifikasi Profesi yang beroperasi berdasarkan lisensi resmi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Republik Indonesia.
Asesor & Instruktur Berpengalaman
Seluruh proses asesmen dan pembekalan materi dibimbing oleh Asesor Kompetensi bersertifikat BNSP dan praktisi senior K3 industri dengan pengalaman lebih dari 10 tahun.
Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri Tangerang
Fasilitas ruang uji, peralatan ukur lingkungan kerja, dan laboratorium keselamatan kerja terverifikasi lengkap di kawasan strategis Tangerang & Banten.
Jejaring Kemitraan & Alumni Industri
Telah meluluskan ribuan profesional K3 dan dipercaya ratusan perusahaan manufaktur, kontraktor BUMN, dan industri migas di seluruh Indonesia.
Dokumentasi Pelatihan & Asesmen
Dokumentasi Pelatihan & Uji Kompetensi BNSP
Skema Sertifikasi BNSP Terkait

Ahli K3 Umum Bnsp BNSP
Sertifikasi uji kompetensi resmi BNSP untuk Ahli K3 Umum Bnsp di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tangerang.

Pengawas SMK3 Kontraktor (CSMS) BNSP
Sertifikasi kompetensi Contractor Safety Management System (CSMS) untuk evaluasi prakualifikasi HSE vendor, inspeksi lapangan subkontraktor, dan closing audit kontrak.

Juru Las Welder Bnsp BNSP
Sertifikasi uji kompetensi resmi BNSP untuk Juru Las Welder Bnsp di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Tangerang.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa perbedaan penyebab langsung dan akar penyebab?โผ
Penyebab langsung adalah tindakan/kondisi tidak aman yang langsung memicu kecelakaan, sedangkan akar penyebab adalah kelemahan sistem manajemen (kebijakan, pelatihan, pemeliharaan) yang memungkinkan kondisi tersebut terjadi.










